Friday, February 8, 2013

CERPEN KARANGAN CAK HANIF


Temanku Yang Malang
Setelah dua hari libur,Mamad masuk sekolah.Ketika istirahat,Mamad melihat temannya  Agus yang duduk-duduk didepan kelas tetapi dengan wajah yang murung,Mamad pun menghampirinya.”Gus kenapa wajahmu kok murung?”,tanya Mamad.Agus pun menjawab,”Tadi aku diejek oleh Wahyu”.”Memang Wahyu kalau bercanda suka berlebihan”,kata Mamad.”begini saja Gus,untuk menghilangkan rasa sedihmu,ayo sebaiknya kita beli jajan”,ajak Mamad.”Aku tidak punya uang Mad”,kata Agus.”Nanti aku yang belikan”,sahut Alfan yang tiba-tiba muncul.Akhirnya mereka bersama-sama membeli jajan di kantin sekolah.Saat mereka menuju kantin sekolah,tiba-tiba muncul Wahyu dengan arah yang berlawanan,Mamad dan Alfan segera mendekati Wahyu untuk menyuruhnya minta maaf kepada Agus karena sudah mengejeknya,saat bercanda dan membuat wajah Agus menjadi murung.Wahyu pun sedikit bertikai dengan mereka bertiga,kemudian munculah Bu Karimah yaitu guru agama yang menenangkan mereka berempat.Bu Karimah pun sedikit memberi nasehat kepada mereka berempat bahwa sebagai umat muslim beragama kalau salah harus minta maaf kepada yang bersangkutan dan memberi maaf bila ada yang meminta maaf.Akhirnya Wahyu pun minta maaf kepada Agus karena telah mengejeknya dan Agus pun memberi maaf kepadaWahyu.
Seminggu kemudian Mamad menjumpai lagi Agus yang berwajah murung ketika duduk-duduk di taman sekolah,kemudian Mamad mengampirinya dan bertanya,”Ada apa lagi Gus wajahmu kok murung lagi?apa kamu diejek lagi oleh wahyu?”.”Bukan diejek Mad,tetapi ibuku sedang sakit”,kata Agus.Tiba-tiba datanglah Iwan yang menghampiri mereka berdua.”Rek kenapa rek”,Tanya Iwan.”Begini Wan,ibunya Agus sedang sakit,tadi tak tanyai”,kata Mamad,”O…sakit apa ibumu Gus?”,tanya Iwan.”Sesak nafas”,jawab Agus.
Ibunya agus sudah lama sakit-sakitan ,sedangkan ayahnya bekerja sebagai supir bemo yang penghasilannya pas-pasan,sedangkan anaknya banyak dan masih ada yang kecil yaitu adiknya Agus.Agus kelihatan kurang terawat pakaiannya,makanya badannya kurus dan wajahnya kusam.
Sakit ibunya semakin lama semakin parah hingga satu bulan kemudian ibunya meninggal dunia,maka semakin lengkaplah kesedihan Agus karena sudah tiada lagi perhatian dari ibunya.

No comments:

Post a Comment